SUMENEP, MaduraPost – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menandatangani dokumen hibah sekaligus kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Megawatt (MW) untuk wilayah kepulauan di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam memperluas akses listrik sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan bagi masyarakat yang bermukim di kawasan kepulauan.
Program pembangunan PLTS ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sumenep bersama Danantara Indonesia, Yayasan Torang IWIP Berbakti, serta PT PLN (Persero).
Dalam rencana pengembangannya, fasilitas pembangkit listrik tenaga surya tersebut akan dibangun di dua pulau, yakni Pulau Pagerungan Kecil dan Pulau Gili Labak.
Kehadiran pembangkit listrik berbasis energi matahari itu diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan energi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fauzi didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumenep, Achmad Dzulkarnain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anwar Yusuf Sahroni, serta Kepala Bagian Humas Setdakab Sumenep Helmy.
Bupati Fauzi mengatakan, bahwa pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.
“Wilayah kepulauan adalah bagian penting dari Kabupaten Sumenep. Karena itu, kami terus berupaya memastikan masyarakat di pulau-pulau juga mendapatkan akses listrik yang memadai dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik menjadi solusi strategis bagi kawasan kepulauan yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi energi.
Menurutnya, keberadaan PLTS tidak hanya akan memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan aktivitas pendidikan, hingga memperkuat pelayanan publik di wilayah kepulauan.
Pemkab Sumenep berharap kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah awal pengembangan energi bersih yang lebih luas di wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat kemandirian energi bagi masyarakat di daerah terluar Kabupaten Sumenep.***






