Scroll untuk baca artikel
News

Bupati Fauzi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Takjil Ramadan Sumenep

×

Bupati Fauzi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Takjil Ramadan Sumenep

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan sambutan saat membuka Festival Bazar Takjil Ramadan di depan Labang Mesem Pendopo Agung Keraton. (Istimewa for MaduraPost)
SAMBUTAN. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan sambutan saat membuka Festival Bazar Takjil Ramadan di depan Labang Mesem Pendopo Agung Keraton. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kawasan depan Labang Mesem Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjelma menjadi pusat keramaian penuh warna dan aroma hidangan khas bulan suci, Jumat (20/2/2026).

Ratusan pelaku usaha memadati area tersebut dalam gelaran Festival Bazar Takjil Ramadan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Radar Madura.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Total terdapat 143 stan resmi serta 40 pelaku UMKM yang berpartisipasi tanpa stan. Ragam sajian ditawarkan, mulai dari penganan tradisional, aneka minuman pelepas dahaga, hingga kuliner modern yang tengah digandrungi.

Aktivitas jual beli pun terasa semakin semarak menjelang waktu berbuka, menandai bergairahnya roda ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni rutin tahunan. Ia menyebut, ada tujuan strategis di balik kemeriahan yang dihadirkan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Tancap Gas Dongkrak UMKM lewat Bazar Ramadan

“Festival ini bukan hanya agenda seremonial bernuansa religi. Ini adalah ruang pemberdayaan nyata bagi UMKM, terutama pedagang kuliner lokal yang menggantungkan penghasilan tambahannya di bulan Ramadan,” kata Bupati Fauzi saat membuka acara, Jumat (20/2).

Menurutnya, Ramadan selayaknya dimaknai tidak hanya sebagai momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga sebagai peluang ekonomi.

Tingginya konsumsi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan berbuka puasa, diyakini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan apabila dikelola secara terbuka dan melibatkan banyak pihak.

“Kami ingin Ramadan menghadirkan keberkahan yang luas. Bukan hanya keberkahan ibadah, tetapi juga keberkahan ekonomi. Karena itu, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya agar UMKM bisa tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Pendukung Iringi Pendaftaran Kiai Ali Fikri dan Kiai Unais ke KPU Sumenep

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah daerah dalam festival tersebut merupakan bentuk komitmen mendampingi pelaku usaha kecil agar mampu meningkatkan daya saing.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong pembenahan kualitas produk, pengemasan, tata kelola usaha, hingga memperluas akses pemasaran.

“Pemerintah hadir untuk memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Kami ingin mereka berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih besar,” ungkapnya.

Selain mendorong pertumbuhan usaha, Bupati Fauzi juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga standar kualitas serta etika dalam berbisnis. Ia menilai, kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

“Jaga kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan. Jangan sampai ada praktik yang merugikan pembeli. Harga harus wajar dan pelayanan harus ramah. Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar bagi keberlangsungan usaha,” pesannya.

Baca Juga :  Tabrak Batu Karang, Kapal Motor Karam di Kepulauan Sumenep, Begini Kronologinya

Festival Bazar Takjil Ramadan tidak hanya berfungsi sebagai sentra perputaran uang, tetapi juga menjadi ruang temu masyarakat.

Setiap sore, warga berdatangan untuk mencari menu berbuka sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang hangat di jantung kota.

“Melalui festival ini, kami ingin mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat berbagi, dan memperkuat komitmen membangun Sumenep yang religius, harmonis, serta semakin sejahtera,” pungkas Fauzi.

Di Sumenep, Ramadan bukan sekadar menanti azan magrib. Ia tumbuh menjadi momentum yang menghidupkan denyut ekonomi rakyat bergerak dinamis, sarat optimisme, dan penuh harapan.***