Bupati Bangkalan Minta Masyarakat Tidak Panik Dengan Virus Corona

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – akhir-akhir ini masyarakat kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur mulai gelisah dengan penyebaran virus corona jenis baru COVID-19 yang sudah merambat diberbagai negara di dunia.

Bukan tanpa alasan karena sesuai data hingga Rabu (04/03/2020) sebanyak 90.870 kasus di seluruh dunia orang yang terjangkit virus corona jenis Covid-19.

Menanggapi hal itu, Bupati Bangkalan Ra Abdul Latif Amin Imron menjelaskan agar masyarakat tidak panik menghadapi virus Corona, karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Dalam penanganan ini kami sangat serius dan berkerjasama dengan Forkopimda, seluruh OPD, Kapolsek, danramil, dan camat se Bangkalan agar menyampaikan keseluruhan masyarakat di lingkup kerjanya agar tidak panik terkait virus Corona,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media usai rapat koordinasi persiapan gelar kegiatan gerakan Bangkalan sehat, Jawa timur sehat, Indonesia maju. Jumat (06/03/2020).

BACA JUGA :  Slamet Ariyadi : Sukses dan Barokah Pekan Ngaji 7 Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menerangkan bahwa, meski mobilitas penduduk di Bangkalan sangat tinggi, pihaknya yakin bahwa masyarakat Bangkalan tidak ada yang terpapar virus corona.

“Seandainya terjadi kasus virus corona ini kami sudah siapkan rumah sakit, karena RSUD Syamrabu ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pendamping,” ungkap dia.

BACA JUGA :  42 Tahun Hidup Menumpang, Yusuf Tersenyum Dapat Bantuan Rumah Dari Bupati Bangkalan

Diketahui, hingga Jumat (06/03/2020) Jawa timur Negatif COVID-19.

Pencegahan dan perawatan orang dengan COVID-19 ini, Kementrian kesehatan (Kemenkes) membagi dua kelompok

  1. Orang SEHAT

(Yg disebut Orang Sehat Dalam Risiko (ODR) / Orang Sehat Dalam Pemantauan) adalah orang yang saat dan atau dalam 14 hari datang dari negara/wilayah terjangkit dan tidak ada gejala sakit (sehat)

  1. Orang dg GEJALAH/SAKIT.

2A. Orang Sakit Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yg saat ini dan atau dalam 14 hari, datang dari negara/wilayah terjangkit mengalami sakit, namun tidak ada gejalah pneimonia.

2B. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang saat dan atau dalam 14 hari datang dari negara terjangkit mengalami sakit :
– dengan gejala pneumonia atau
– tanpa pneumonia tetap ada riwayat datang dari prov Hubei atau kontak dengan kasus positif COVID-19 atau bekerja/mengunjungi fasyankes yang merawat kasus positif COVID-19

BACA JUGA :  Pengunjung Wisata Api Tak Kunjung Padam Mengeluh Banyaknya Pungutan

2C. Probable adalah Orang sakit tetapi para ahli ragu menyimpulkan hasil Laboratorium dan ditemukan pan – beta coronavirus

2D. Konfirmasi adalah orang sakit dan hasil laboratoriumnya ditemukan COVID-19.

Istilah suspek dalam pedoman penanganan COVID-19 sudah dihapus karena orang cenderung panik, dan itu masuk dalam kelompok sakit. (mp/sur/rul)

  • Bagikan