BUMDes Mutiara Tanjung Diduga Dimanfaatkan Oknum Pihak Ketiga

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Lagi-lagi warga Desa Tanjung Odi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menuding dana pembangunan Kantor Bumdes diambil alih oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sebesar Rp.100.000.000,- yang dibangun pada tahun 2017.

Sedangkan anggaran yang turun sebesar Rp.50.000.000,- pada tahun 2017 untuk dana modal Brilink dicurigai bukan atas nama BUMDes dengan nama Mutiara Tanjung tersebut.

“Malahan atas nama pribadi oleh pengurus BUMDes inisial M yang memanfaatkan uang tersebut,” ungkap Hendri (28), warga Dusun Tanjung, Desa setempat, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (2/7).

Dia mengatakan, bahwa pernyataan Ketua BUMDes Mutiara Tanjung yang menyatakan selalu aktif beraktifitas di kantor BUMDes tidaklah benar.

“Sangatlah bohong, sebab dia adalah seorang guru yang mengajar di Sekolah MTsN Tanjung dan juga sebagai guru sertifikasi di Lembaga swasta Ponpes An- Najah, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan” bebernya.

Jika memang BUMDes Mutiara Tanjung benar-benar aktif dalam keorganisasiannya, sambung Hendri, lantas kantor BUMDes yang berlokasi di Pasar Desa Tanjung hingga saat ini tidak ada aktifitas.

BACA JUGA :  Dua Orang Jadi Korban Perampokan dan Pembiusan di Ketapang Sampang

“Apalagi pasar Desa sudah terbangun sejak tahun 2018, kenapa sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa pasar akan dimanfaatkan. Sehingga pasar yang saat ini di pinggir jalan selatan pelabuhan Tanjung cepat ditertibkan agar jalur lalin bisa lancar,” timpalnya.

Kemudian, dia memaparkan, bahwa masyarakat ingin tau proses dan realisasinya serta pertanggungjawaban anggaran BUMDes dengan jelas.

“Anggota BUMDes berinisial Z, warga Dusun Nonggunong, yang berprofesi sebagai nelayan setiap hari bekerja melaut menangkap ikan rajungan, tidak masuk kantor, sehingga BUMDes hanya dilihat oleh masyarakat adalah pengurus inisial M seorang. Dan itupun sibuk dengan melayani orang pinjam kredit, pengambilan PKH dan pengambilan BPNT di Brilink,” paparnya.

Selain itu, Hendri kembali menyoal pengurus BUMDes Mutiara Tanjung inisial FW, yang merangkap sebagai menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) dan Sekretaris BUMDes Mutiara Tanjung sejak bulan januari 2019 lalu, dalam pengangkatannya diduga tidak melalui prosedural.

BACA JUGA :  Hari ke 10 Bulan Puasa, Harga Daging Sapi di Sumenep Merangkak Naik

“Selanjutnya anggota lain, inisial S sejak tahun 2018 pindah domisili ke Surabaya. Kemudian inisial MY juga tak terlihat aktif termasuk juga inisial NF, jadi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua BUMDes sangat tidak benar,” papar dia.

Hanya saja, Hendri mengakui, apabila masyarakat hanya melihat aktifitas inisial M yang melayani Brilink bagi warga penerima Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di toko miliknya sendiri.

“Dia melayani Brilink tokonya sendiri, bukan di kantor BUMDes. Lah, Siapa yang tidak heran dengan adanya kepengurusan BUMDes Muriara Tanjung yang selama ini tidak jelas adanya Bantuan Penyertaan Modal (BPM) yang diberikan oleh Pemdes Tanjung terhadap BUMDes Mutiara Tanjung sampai saat ini diduga bermasalah,” kecamnya.

Selain peruntukan BUMDes Mutiara Tanjung dari DPM senilai Rp.50.000.000,- sejak tahun 2018 digunakan untuk Brilink, dan anggaran Rp.10.000.000,- tahun 2017 yang digunakan untuk pengeboran air yang disalurkan ke MCK di Pelabuhan Tanjung, masyarakat juga pertanyakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ditengarai tidak tranparan pada masyarakat.

BACA JUGA :  Viral, Perempuan Bermain Tiktok di Kantor Pemkab Sumenep

“mana LPJ-nya BUMDes Mutiara Tanjung pada akhir tahun ?,” tanya dia.

Sebagai masyarakat, pihaknya mengaku berkewajiban untuk berperan aktif sebagai fungsi kontrol terhadap lembaga-lembaga yang ada di Desa, yang mendapat bantuan dana dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“BUMDes dimanfaatkan oleh oknum pihak ketiga, karena BUMDes membeli kapal milik oknum Kepala Desa (Kades),” jelas dia.

Sementara, saat dikonfirmasi terpisah, Ketua BUMDes Mutiara Tanjung, Moh. Hodri, belum ada tanggapan. Meski saat dihubungi melalui sambungan selularnya terdengar aktif.

Disi lain, Kepala Desa (Kades) Tanjung, Salamet, enggan dikonfirmasi melalui sambungan selularnya. Dia mengatakan, bahwa akan melakukan audiensi bersama masyarakat, Jumat (3/7/2020) besok.

“Begini, jangan konfirmasi lewat handphone terus, karena bisa saja salah, bisa saja benar, ini besok besok saya mau adakan pertemuan sama ketua BUMDes-nya dan masyarakat, biar semuanya bisa dengar,” tukasnya. (Mp/al/rul)

  • Bagikan