Bukti Gentleman Bupati Sampang Temui Pedemo Meski Larut Malam

  • Bagikan
Hasil Tangkapan Layar Dari Video Saat Bupati Sampang Menemui Peserta Aksi Didepan Kantornya

SAMPANG, MaduraPost – Meskipun larut malam Bupati Sampang (H.Slamet Junaidi) menemui para massa yang melakukan aksi didepan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat pada Rabu (06/10/2021).

Sebelumnya para elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sampang (AMS) menggelar aksi, mereka meminta Bupati Sampang untuk untuk mencabut surat keputusan (SK) tentang pelaksanaan pilkades tahun 2025.

Meski sempat ditemui Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat karena Bupati Sampang ada agenda kedinasan ke Jakarta massa tetap menunggu hingga larut malam didepn kantor pemkab.

BACA JUGA :  Jalan Raya Bandungan - Pegantenan akan Dibangun Dengan Anggaran Rp 8,8 Miliar

“Pak Bupati tidak ada, beliau ada agenda kerja ke Jakarta,” ucap Abdullah Hidayat saat menemui peserta aksi.

Setelah menunggu hingga larut malam, para pendemo akhirnya ditemui langsung oleh Bupati Sampang H.Slamet Junaidi.
Dalam video yang beredar, Bupati Sampang tampak langsung ngobrol dengan korlap aksi yang berada didepan Kantor Pemkab. Rolis Sanjaya dan beberapa orang korlap aksi dalam video tampak sumringah tanpa membacakan beberapa tuntutan yang sudah disiapkan pada siang harinya. Diakhir pertemuan itu mereka berpelukan sembari membubarkan diri.

BACA JUGA :  LSM JCW Akan Laporkan Realisasi Proyek Hotmix di Jl Raya Tlambah

Saat dihubungi oleh MaduraPost pada Kamis (07/10/2021), Bupati Sampang H.Slamet Junaidi mengatakan. Dirinya sengaja langsung pulang ke Sampang dari Jakarta guna menemui para massa.

“Saya brangkat ke Jakarta itu kemarin lusa (satu hari sebelum ada aksi), rencananya saya mau pulang langsung keesokan harinya tapi tidak kebagian tiket pesawat,” ucap Slamet Junaidi.

Disinggung soal aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Sampang (AMS), politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut menanggapi dengan tegas. Dirinya menerima semua kritik yang dilakukan oleh masyarakat Sampang, hal tersebut demi kemajuan pembangunan di daerah yang ia pimpin.

BACA JUGA :  Pemuda Asal Desa Tebul Timur Pamekasan, yang Diduga Dipresi Sudah Ditemukan

“Kami bukan anti demokrasi, bukan anti kritik. Tentunya kalau kritik itu membangun akan kita tampung,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sampang tersebut juga menyampaikan, semua aspirasi baik melalui demonstrasi atau lainnya hal tersebut merupakan kepedulian masyarakat untuk Kota Bahari.

“Silahkan sampaikan semua aspirasi, asalkan tidak ada intervensi,” pungkasnya.

  • Bagikan