BPN Sampang Serahkan 432 Sertifikat Tanah ke Desa Blu’uran

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost –  Pemerintah Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, berhasil menyerahkan 432 sertifikat tanah berupa Progam Pendaftaran Tanah Sertifikat Lengkap (PTSL).

Dalam acara tersebut dihadiri langsung, Kepala BPN Sampang, Kejakasaan Negeri Sampang, Forkopincam Kecamatan Karang Penang, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Kepala Desa Blu’uran, H. Moh. Faruk mengucapkan terima kasih kepada pemkab Sampang dengan terlaksananya penyerahan 432 Sertifikat tanah PTSL dari Sebanyak 3000 Sertifikat tanah yang suda selesai di Desa Blu’uran.

“Untuk hari ini meyerahkan 432 sertifikat tanah PTSL dari 3000 ribu sertifikat yang selesai dari pendaftar dari 8000 ribu sertifikat untuk sementara 3000 ribu yang selesai dan sekaligus pembagian 1500 masker kepada warga Desa Blu’uran,” kata H. Faruk dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Tlontoraja Serahkan 156 Sertifikat Tanah kepada Warga Nelayan

Hal tersebut bagi Faruk merupakan apresiasi dari Pihak Kepala ATR atau BPN Kabupaten Sampang. Karena terlaksananya penyerahan sertifikat tanah tersebut sudah berjalan lancar.

“Harapan ke depannya penyerahan sertifikat tanah di Desa Blu’uran semoga bermanfaat bagi Desa Blu’uran, tetap kondusif, aman dan amanah sehingga menjadi desa Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur dan maju,” harapnya.

BACA JUGA :  Bupati Sampang Gelar Gathering Ajak Insan Pers dan LSM Bersatu Lawan Covid-19

Sementara itu, Kepala BPN Sampang, Samsul Hadi merasa senang sudah menyelesaikan sertifikat tanah untuk Desa Blu’uran. Di Desa ini, ia menyebut merupakan desa paling banyak penerima sertifikat PTSL di Sampang.

“Kami mengucapkan terimakasih  kepada seluruh jajaran tim desa Blu’uran beserta tim PTSL yang telah membantu kami selama dalam pelaksanaan sehingga sertifikat ini dapat diselesaikan secara tuntas,” kata Samsul dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Blu'uran : Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 76

Menurutnya, warga desa Blu’uran tidak usah ragu bahwa sertifikat tanah PTSL bukan palsu tapi asli. Kegunaan sertifikat tanah sebagai tanda bukti hak yang diakui dalam rangka melindungi hak atas tanah masyarakat.

“Kemudian untuk meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat dan ketiga bisa mengurangi sangketa tanah karena sudah mempunyai tanda bukti sertifikat tanah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari pendaftaran sertifikat tanah PTSL dari 8000 selesai 3000 dan diserahkan hari ini 432 kepada warga Desa Blu’uran.

(Mp/man/rus)

  • Bagikan