SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

Besok! Istighosah Kubro Untuk Keselamatan Lingkungan dan Persaudaraan Akan Digelar Warga Sumenep

Avatar
×

Besok! Istighosah Kubro Untuk Keselamatan Lingkungan dan Persaudaraan Akan Digelar Warga Sumenep

Sebarkan artikel ini
KOMPAK. Potret ratusan warga di Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, saat menolak reklamasi pembangunan tambak garam. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Istighosah Kubro untuk Keselamatan Lingkungan dan Persaudaraan akan digelar di Masjid Zainal Abidin oleh warga Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat, 26 Mei 2023.

Istighosah Kubro untuk Keselamatan Lingkungan dan Persaudaraan akan digelar warga pada Sabtu (27/5/2023) besok.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Doa bersama yang dimotori sejumlah tokoh, kiai, dan aktivis ini sebagai bentuk respon terhadap polemik reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam di kawasan Pantai atau laut Desa setempat.

Rencana reklamasi laut oleh penggarap yang difasilitasi Pemerintah Desa Gersik Putih itu ditolak warga lokal karena dianggap mengancam lingkungan dan merusak ekosistem laut.

Di mana, lahan pencahariaan warga yang biasa menangkap ikan dan mencari seafod serta rajungan juga terancam hilang.

Baca Juga :  Kacabdindik Jawa Timur Sambangi SMAN 1 Ketapang , Titip Pesan Jaga Nama Baik Sekolah

Diketahui, gejolak penolakan terhadap rencana reklamasi selama tiga bulan terakhir ini cukup memanas, bahkan sejumlah warga yang menolak dipolisikan ke Polres Sumenep.

Pihak penggarap dan pemerintah desa ngotot menggarap dengan alasan objek kawasannya ber-Sertifikat Hak Milik (SHM).

”Doa bersama atau Istighosah ini merupakan bagian dari ikhtiar kami seluruh warga bersama para masyayikh dan aktivis lingkungan untuk menyelamatkan laut agar tidak dirusak. Sekaligus memohon agar tetap diberi keselamatan dan terjalin persaudaraan khususnya di Gersik Putih,” kata Penanggung Jawab Kegiatan, Ahmad Siddik, Jumat (26/5).

Siddik menyebutkan, ada sekitar 4 ribu warga dari 4 Kecamatan wilayah Timur Daya yaitu Gapura, Dungkek, Batu Putih, dan Batang-Batang dalam doa bersama tersebut.

Baca Juga :  Dua Pelaku Pencurian Motor di Desa Potoan Daya Berhasil Ditangkap

”Tentu, itu (kehadiran masyarakat luar Gersik Putih, red) sebagai bentuk solidaritas kepada warga Gersik Putih yang selama ini berjuang melawan privatisasi laut,” kata dia mengungkapkan.

Jika tidak ada aral, ulama Kharismatik KH. Thaifur Ali Wafa, Rois Syuriah PCNU Sumenep KH Hafidzi Syarbini, dan Ketua PC NU Sumenep serta sejumlah kiai se Tmur Daya akan hadir membersamai warga di istighosah tersebut.

”Tentu KH Fadloil Rois NU Gapura, KH Roji Fawaid Rois NU Dungkek, dan sejumlah Kiai sepuh lainnya seperti Kiai Maimun Busyrowi serta Kiai Haji Ali Mukafi juga akan hadir sekaligus menjadi pengundang,” kata Siddik menerangkan.

Baca Juga :  Festival Musik Patrol Guncang Bumi Mojokerto

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Gersik Putih, Saniman, mengaku bersyukur atas kehadiran masyarakat dan kiai-kiai se-Timur Daya di tengah gejolak reklamasi laut yang terjadi di desanya dengan menggelar istighosah.

Acara tersebut secara tidak langsung merupakan bentuk dukungan kiai dan ulama atas perjuangan warga Gersik Putih dalam menolak reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam.

”Ini Istighosah menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Gersik Putih khususnya untuk tetap kokoh perjuangan menolak reklamasi,” kata Saniman, yang juga Ketua RW II Dusun Gersik Putih Barat, Desa Gersik Putih ini.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.