SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadline

Benarkah Jembatan Ambruk di Gili Iyang Karena Faktor Alam?

Avatar
×

Benarkah Jembatan Ambruk di Gili Iyang Karena Faktor Alam?

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Ambruknya jembatan di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai karena faktor alam.

Proyek besar dengan nilai sekitar Rp 15 miliar lebih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2019, dikerjakan oleh PT Kolam Intan Prima, dan berhenti pada akhir Februari 2020 lalu, sebab di putus kontrak.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Menderita Penyakit Kronis Hingga Membusuk, Warga Tanjung Luput Dari Perhatian Pemerintah

“Ya kita menunggu audit dulu, baru dilanjutkan,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Agustiono Sulasno, Selasa (16/6).

Berdasarkan dokumen kontrak Nomor 550/SPPBJ 1776248/435.106.1/2019, masa pekerjaan Revitalisasi Pembangunan Pelabuhan Gili Iyang itu, dimulai t sejak tanggal 26 September 2019, dan berakhir pada tanggal 29 Desember 2019 lalu.

Dengan ketentuan tersebut, ternyata pelaksana (PT. Kolam Intan Prima ) tesebut belum menuntaskan pekerjaannya. Akan tetapi, sesuai dengan aturan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKO) Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep memperpanjang pelaksanaan sampai akhir Februari 2020 lalu.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tarogan Adakan Burdah Keliling dan Penyemprotan Desinfektan dalam Mencegah covid-19 di Bangkalan

Kendati demekian, meski masa pengerjaannya diperpanjang, pelaksana tak kunjung meneyeselsaikan pengerjaan tersebut. Sehingga PPKO Dishub Sumenep akhirnya memutus kontrak kerja dengan PT Kolam Intan Prima sebagai pelaksana.

“Setelah audit selesai, maka sisa anggaran itu kita teruskan, mengambil dari yang sudah keluar,” kata dia.

Ditanya soal ambruknya jembatan sebab kesalahan rekontruksi, dia mengklaim tidak ada kesalahan, melainkan faktor alam.

Baca Juga :  Histeris! Ribuan Orang Desak-desakan Ingin Berjumpa Anies-Cak Imin di Sumenep

“Ya nggak, itu tidak ada kesalahan rekontruksi, itu faktor alam. Karena pekerjaan belum sempurna sehingga itu tidak terkunci. Ya resikonya itu ambruk, nanti kita bicarakan dengan pelaksananya,” dalihnya. (Mp/al/rus) 

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.