Scroll untuk melanjutkan membaca
Advertorial

Bawaslu Sampang Gelar Sosialisasi Pembentukan Pengawas TPS Pemilu 2024

Avatar
×

Bawaslu Sampang Gelar Sosialisasi Pembentukan Pengawas TPS Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Caption: Komisioner Bawaslu Sampang, Mat Sodik saat membuka acara Sosialisasi Pendaftaran PTPS. (MaduraPost/Saman Syah).

SAMPANG, MaduraPost – Menjelang pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kabupaten Sampang, Madura mengelar Sosialisasi pembentukan atau Pendaftaran Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS)Pemilu 2024. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Bahagia Sampang, Minggu (24/12/2023).

Komisioner Bawaslu Sampang, Kordiv Sumber Daya Manusia (SDM), Mat Sodik mengatakan, bahwa sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat paham persyaratan yang perlu dipersiapkan. Salah satunya, harus ber ijazah minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan batas minimal usia 21 tahun.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

“Saya membutuhkan 2726 orang di 186 Desa/Kelurahan se- Kabupaten Sampang untuk menjadi tenaga PTPS yang akan menjadi ujung tombak pengawasan di TPS pada 14 Februari 2024 mendatang,” kata Mat Sodiq, Minggu (24/12/2023).

Baca Juga :  Kapolsek Pangarengan, IPDA SUJIYONO, SH : Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 76

Menurut Sodiq sapaan akrabnya, waktu pendaftaran sudah semakin mepet, sehingga syarat-syarat pendaftaran perlu diketahui oleh masyarakat dan sudah mulai dipersiapkan jauh-jauh hari.

“Tidak ada proses rekrutmen dilakukan secara diam-diam, namun harus transparan karena Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian namun harus melibatkan semua lapisan masyarakat,” tegas Sodiq.

Proses pembentukan PTPS harus melalui tahapan proses tepat dan efisien. Mengingat, PTPS memegang peran krusial sebagai garda terdepan Pengawas Pemilu, khususnya pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) sebagai inti dari pelaksaanan Pemilu.

“Yang diperlukan bagaimana kita mendapatkan kader terbaik yang akan mengawasi Pemilu 2024 dengan masa kerja yang cukup singkat, namun perannya sangat krusial. Karena semua orang akan mengarah saat tungsura,” jelasnya.

Baca Juga :  HPN ke 28, Owner Pantai Lon Malang Sampang ; Semoga Insan Pers Semakin Profesional

Sodiq menuturkan, belajar dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya, PTPS menjadi sentral pengawasan Pemilu saat tungsura dan menjadi tempat bertanya serta tempat konsultasi.  

“Pemilu 2019 lalu, PTPS ini menjadi tempat bertanya, menjadi tempat konsultasi, bahkan diminta menjadi penentu pelaksanaan. Oleh sebab itu, dalam proses rekrutmen untuk mencari PTPS yang mampu bekerja dengan baik untuk mencegah pelanggaran dan mengatasi persoalan,” paparnya.

Selain itu, kata Sodiq, proses perekrutan PTPS telah terbantu dengan regulasi terbaru. Misalnya dari usia PTPS yang syarat awalnya berusia 25 tahun, sekarang diturunkan menjadi 21 tahun, bahkan apabila tak ada bisa di bawah 21 tahun dengan minimal usia 17 tahun dengan mengikuti ketentuan.

Baca Juga :  Momentum Ramadhan 1442 H Menurut Slamet Ariyadi

“Perekrutan PTPS yang akan dilakukan Panwascam dapat melakukan perekrutan dengan baik dengan super visi dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Sampang,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata Sodiq, Panwascam akan melakukan perekrutan. Diharapkan PTPS ini bisa menjadi penyelesaian masalah, bukan membuat masalah dengan membentuk PTPS yang tangguh dan setelah dilakukan rekrutmen bisa segera bekerja.

“Setelah perekrutan, PTPS akan mendapatkan pembekalan pada Januari 2024. Kita harus segera melakukan persiapan dan bekerja dengan sungguh-sungguh karena banyak yang mesti dilakukan jangan menunda-nunda,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.