Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Baru Tiga Bulan Dikerjakan, Atap Puskesmas Karang Penang Sampang Dilaporkan Rusak

Avatar
×

Baru Tiga Bulan Dikerjakan, Atap Puskesmas Karang Penang Sampang Dilaporkan Rusak

Sebarkan artikel ini
Kondisi awal pondasi proyek Puskesmas Karang Penang, Kabupaten Sampang yang dilaporkan mengalami kerusakan meski proyek baru selesai dikerjakan. (MaduraPost/Saman)

SAMPANG, MaduraPost – Proyek pembangunan atau renovasi Puskesmas Karang Penang, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang dikeluhkan warga. Pasalnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan pada bagian atap.

Kerusakan tersebut terlihat pada bagian harmonika atau penutup atap di bagian depan puskesmas yang tampak rusak meski proyek tersebut baru selesai beberapa bulan lalu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku menyayangkan kondisi bangunan tersebut. Menurutnya, proyek yang baru selesai dikerjakan seharusnya masih dalam kondisi baik.

“Saya sangat menyayangkan karena pekerjaan ini baru selesai sekitar tiga bulan, tetapi bagian atap depan sudah rusak. Kami menduga pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Ia menilai pelaksana proyek diduga tidak mengerjakan pembangunan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga kualitas bangunan tidak maksimal.

“Dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya hasil pekerjaannya berkualitas. Jangan sampai pelaksana hanya mencari keuntungan besar tetapi kualitas pekerjaan tidak sesuai harapan pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sampang segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah tegas terhadap pihak pelaksana proyek apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pekerjaan tersebut.

“Pemerintah jangan tutup mata. Harus ada tindakan tegas supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Warga menyebut proyek tersebut dikerjakan oleh pihak pelaksana bernama Haris.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Faruk Facky yang disebut sebagai pengawas proyek sekaligus kerabat pelaksana belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.***