Scroll untuk baca artikel
Berita

Bappeda Sumenep Rumuskan Arah Pembangunan Daerah

Avatar
73
×

Bappeda Sumenep Rumuskan Arah Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
ACARA. Potret forum perencanaan pembangunan daerah, membahas strategi dan kebijakan untuk mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan, bersama Bappeda Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 serta Forum Konsultasi Publik untuk menyusun rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah selaras dengan aspirasi masyarakat serta merespons berbagai tantangan strategis di Sumenep.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan guna menyempurnakan dokumen perencanaan pembangunan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Dorong Transformasi Digital Pendidikan Melalui Optimalisasi Chromebook

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang disusun benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat, sehingga sinergi antara pemerintah, DPRD, dan warga menjadi sangat penting,” ungkapnya, Kamis (27/3).

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerima total 912 usulan dari masyarakat melalui sistem SIPD RI, serta 933 usulan dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

“Setiap usulan akan kami telaah agar program yang dirancang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  GMD Jatim Berduka, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Tutup Usia

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan bahwa forum ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

“Musrenbang ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari proses penting dalam menentukan capaian pembangunan yang sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menyusun program kerja yang konkret dan terukur.

Baca Juga :  Layanan Fast Track J&T Cargo Lambat, Konsumen Sumenep Rugi dan Kecewa!

“Setiap program harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai ada program yang output-nya tidak relevan dengan kebutuhan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bekerja sama dalam menerjemahkan visi-misi daerah ke dalam program-program yang lebih operasional.

“Perencanaan yang kita susun ini masih bersifat makro, sehingga perlu diturunkan ke dalam sasaran yang lebih detail agar benar-benar dapat diimplementasikan,” tukasnya.***