Audiensi Tak Ditemui Kades, Pemuda Karduluk soal Bansos Tak Tepat Sasaran

  • Bagikan

SUMENEP, Madurapost.id – Sejumlah permuda Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan audiensi di kantor balai Desa setempat.

Kedatangan para pemuda ini menyoal tentang bantuan sosial (Bansos) pemerintah yang diduga tidak tepat sasaran, dan bahkan tidak diberikan pada orang yang berhak menerima.

Pemuda memiliki temuan jika bantuan yang tak tepat sasaran tersebut terjadi di bantuan langsung tunai (BLT) yang diduga diterima oleh salah satu perangkat Desa.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Imbau Para Perantau Tak Dulu Mudik

“Ada pihak aparat desa yang menerima bantuan sosial, dan seperti bantuan bantuan pangan non tunai (BPNT) itu ada yang mandek atau kosong,” ungkapnya Moh. Abdan, saat dikonfirmasi media ini di balai Desa, Senin (13/7).

Ironisnya, saat menggelar audiensi, para pemudi lantas belum bisa ditemui oleh kepala Desa (Kades), melainkan staf jajaran pemerintah Desa (Pemdes).

“Kami tidak ditemui Kades, melainkan sekretaris Desa (Sekdes). Kami ingin mensukseskan program pemerintah. Kita akan pasrahkan kepada pihak yang berwenang terkait persoalan tersebut sesuai dengan prosedural yang ada,” ujar dia.

BACA JUGA :  Pandangan Disparbudpora Sumenep soal Wisata Sumber Air Belerang

Selain itu, pihaknya meminta agar Pemdes Karduluk se-segera mungkin mengklarifikasi dengan undang-undang yang berlaku, terkait temuannya tersebut.

“Kebelakang kami berharap bisa dipertemukan dengan Kades. Terkait laporan pengaduan, paling lambat besok kita akan masukkan,” tegasnya.

Disamping itu, dikonfirmasi terpisah, Sekdes Karduluk, Suaidi, usai audiensi menjelaskan bahwa akan menerima segala masukan dari pada temuan masyarakat.

BACA JUGA :  Dua Pemuda Pembuat Bondet Akhirnya Ditangkap Polisi

“Masyarakat akan terus melakukan koordinasi dengan Pemdes, dan kami akan welcom (Terbuka) sekali. Nanti solusinya kita pecahkan bersama,” tuturnya, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Misalkan ada temuan dari masyarakat, lanjut Suaidi, kemudian ada laporan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para kepala Dusun (Kadus) dan beberapa tokoh masyarakat.

“Kalau memang ada laporan dan temuan, akan segera kami tindak lanjuti. Terkait misalnya ada keluarga perangkat yang menerima bantuan akan kita evaluasi,” tuangnya. (Mp/al/rus) 

  • Bagikan