Atasi Macet Total, Dishub Surabaya Optimalkan Penggunaan Transportasi Umum

  • Bagikan
ILUSTRASI: Suasana macet di jalan raya Surabaya. (Foto: Dishub Pemkot Surabaya)

SURABAYA, MaduraPost – Selain DKI Jakarta, Kota Surabaya merupakan daerah yang hampir tiap hari terjadi kemacetan di jalan raya. Di hari kerja seperti Senin-Jumat, apalagi menginjak pagi dan menjelang sore hari, Kota Pahlawan itu sering dipenuhi kendaraan di sepanjang jalan, terutama kawasan perkotaan.

Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan menggunakan transportasi umum yaitu buy the service (BTS), program ini untuk mengurangi kemacetan.

BACA JUGA :  ASELA Ditutup, JCW Jatim Sentil Ucapan Bupati Sampang

“Program BTS ini merupakan program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengajak masyarakat menggunakan alat transportasi publik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, Kamis (25/11).

Irvan percaya program BTS akan berjalan sesuai dengan tujuan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim. Sebab, Pemkot Surabaya sebelumnya sudah memiliki angkutan umum berbasis jalan.

Sekarang Pemkot Surabaya sedang mengerjakan penataan dan menyiapkan infrastruktur seperti jalan, trotoar, yang digunakan di Kota Surabaya nantinya. Menurutnya transportasi publik itu yang pasti modern dan sustainable (berkelanjutan).

BACA JUGA :  GMKI Surabaya Gelar Temu Akrab, Bakar Semangat Persaudaraan dalam Ber-GMKI dan Berbangsa

“Sejak tahun 2018, kita sudah menggunakan Suroboyo Bus. Sesuai dengan Visi Wali Kota Surabaya, bagaimana menciptakan alat transportasi modern dan sustainable,” terangnya.

Dalam menunjang program BTS tersebut berjalan, tambah dia, Pemkot Surabaya sudah menerapkan ticketing atau pembayarannya berbasis elektronik yang sudah digunakan pada Suroboyo Bus, seperti QR Code, tapping kelayakan di tol.

BACA JUGA :  Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Amankan Seorang Sopir dan Penjaga Warung

Untuk gambaran rutenya, pengoperasian BTS tahun 2021-2022 Dishub Kota Surabaya menggunakan 2 rute atau trayek, yakni jalur Lidah Wetan – Karang Menjangan – ITS PP.

“Rute ini nantinya akan terkoneksi dengan trayek lainnya. Sehingga, nantinya akan ada konektivitas antara Teminal Purabaya, Lidah Wetan dan Gresik. Kemudian ada juga konektivitas di Terminal Purabaya untuk ke arah Sidoarjo, dengan adanya rute ini diharapkan bisa menjawab problem kemacetan di dalam kota,” ucapnya.

  • Bagikan