SAMPANG, MaduraPost – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sampang, Jafar, meminta Satlantas Polres Sampang dan Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan pengawalan dan pengaturan lalu lintas di ruas Jalan Raya Torjun hingga Jrengik yang mengalami kemacetan parah akibat proyek perbaikan jalan.
Menurut Jafar, kemacetan di jalur tersebut terjadi tanpa pengawalan maksimal dari petugas, sehingga arus kendaraan roda dua maupun roda empat tersendat hingga puluhan kilometer.
“Macetnya kurang lebih mencapai 25 kilometer. Salah satu penyebabnya karena tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian, sehingga pengendara saling menyerobot dan memperparah kemacetan,” ujar Jafar, Sabtu (14/2/2026).
Ia menilai perlu adanya langkah cepat dari aparat kepolisian dan Dishub untuk mengatur lalu lintas selama proses pengerjaan proyek berlangsung. Selain itu, pelaksana proyek atau pihak CV juga diminta bertanggung jawab dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Pihak pelaksana proyek harus dipanggil. Jangan sampai tidak ada koordinasi dengan Dishub dan kepolisian sehingga dampaknya merugikan masyarakat,” tegasnya.
Jafar mengaku dirinya mengalami langsung kemacetan tersebut. Ia berangkat dari Jalan Raya Torjun sekitar pukul 13.00 WIB dan hingga pukul 17.56 WIB masih terjebak di wilayah Jrengik.
“Ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung,” tambahnya.
Ia berharap Polres Sampang dan Dishub segera mengambil langkah konkret, termasuk menurunkan personel untuk melakukan pengawalan dan rekayasa lalu lintas agar kemacetan tidak terus berulang.
“Kami berharap segera ada pengawalan di lapangan dan pihak CV dipanggil untuk bertanggung jawab,” pungkasnya.***






