Alumni Panyepen : Jangan Hina Guru Kami, Darah dan Jiwa Akan Kami Korbankan

  • Bagikan

PAMEKASAN, Madurapost.id – Kasus pelecehan terhadap KH. Muddatstsir Baddrudin membuat berang para alumni yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Pelaku pelecehan yang menggunakan akun Facebook bernama Suteki menjadi sasaran para alumni yang berang dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa ajaran Pondok pesantren Miftahul Ulum Panyepen meng-Ibliskan orang yang tidak sepaham.

BACA JUGA :  Dua Oknum Pegawai BNI Dituding Asal Comot Angkat Agen BPNT di Pamekasan

Ustadz Bahrowi Kholil selaku alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen mengatakan bahwa fitnah yang disampaikan Suteki di media sosial (Medsos) telah melukai hati para alumni.

“Demi Allah, Apa yang disampaikan Suteki adalah fitnah, Apalagi mengatakan ajaran Pondok pesantren Panyepen meng-Ibliskan orang yang berbeda pemahaman,” Kata Bahrowi. Ahad (7/6/2020)

Lebih lanjut Bahrowi mengatakan, Sebagai alumni yang pernah belajar agama di Panyepen tidak rela apabila guru panutannya (KH. Muddatstsir Baddrudin) difitnah seperti itu.

BACA JUGA :  Akibat Salinan APBD 2020 Tidak Kunjung Diberikan, Dua Anggota DPRD Jatim Kecam Pemprov

“Ini adalah persoalan agama, Lebih baik mati bersimbah darah, daripada harga diri guru kami dilecehkan seperti itu,” Tuturnya ber api-api.

Bahrowi juga meminta kepada para Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen untuk terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Permintaan kita kepada Polres Pamekasan, hanya tangkap pelaku yang atas nama Suteki,” Penjelasan Bahrowi usai menjalani Pemeriksaan Polres Pamekasan sebagai saksi dalam kasus tersebut. (Mp/uki/kk)

  • Bagikan