SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadline

Aktivis Pantura Minta Usut Polisi dan Satgas soal Pengadangan Jenazah Covid-19

Avatar
×

Aktivis Pantura Minta Usut Polisi dan Satgas soal Pengadangan Jenazah Covid-19

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Aktivis Pantura Abdurrahman meminta masyarakat agar tidak panik menghadapi fenomena kasus pengadangan jenazah Covid-19 yang terjadi di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, beberapa hari lalu. Menurutnya, hal yang paling urgensi adalah peran aparat kepolisian dan Satgas Covid-19.

“Masyarakat tidak bisa disalahkan. Warga turun ke jalan maklumlah, ini jenazah seorang tokoh di pantura. Meski tidak karena terkonfirmasi Covid-19, masyarakat sudah banyak bertakziah,” kata Abdurrahman saat dihubungi MaduraPost, Sabtu (20/6/2020).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Akhirnya Nenek Dumiyah Punya e-KTP, Setelah Puluhan Tahun Hidup Sebatang kara Tanpa Bantuan Pemerintah

Dia merespons kabar jika kasus pengadangan tersebut tengah diselidiki polisi. Namun baginya, kasus pengadangan dan penolakan penguburan tanpa menggunakan protokol kesehatan, merupakan kasus berbeda. Jika pengadangannya yang dipersoalkan, maka peran polisi dan Satgas Covid-19 harus sama-sama dipersoalkan.

“Ini jenazah Covid-19 mau diantar ke rumahnya untuk dikuburkan, apa tidak ada pengawalan dari kepolisian. Bagaimana koordinasinya dengan tim Satgas. Misalkan ada, kenapa warga yang menunggu di jalan tidak ditertibkan,” tanyanya.

Baca Juga :  Ketua Komisi B DPRD Jatim, Alyadi Mustofa Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Selain itu, Abdur menyebutkan jika warga pantura kurang diberi edukasi soal pandemi Covid-19. Sehingga wajar apabila ada jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 diminta dikuburkan secara adat.

“Kalau ini diusut, polisi dan Satgas harus pertama yang dimintai keterangan. Baru ke keluarganya dan warga setempat,” pintanya.

Sebelumnya, tenaga medis yang hendak mengantarkan jenazah Covid-19 ke Kecamatan Waru, mendapat perbuatan kurang mengenakkan. Di tengah jalan mereka dikabarkan diadang, dan jenazah diambil paksa. Setelah itu, mereka disuruh pulang, dan melepas baju hazmat yang sudah dikenakannya sejak betugas. (mp/red/rus)

Baca Juga :  Kades Blu’uran, H.Faruq Cairkan BLT-DD Kepada Warga Miskin Terdampak Covid-19

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.