SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

Absensi Digital SIC Diretas Berjamaah, Inspektorat Sumenep Tak Berani Beri Sanksi?

Avatar
×

Absensi Digital SIC Diretas Berjamaah, Inspektorat Sumenep Tak Berani Beri Sanksi?

Sebarkan artikel ini
APEL. Potret ASN di lingkungan Pemkab Sumenep saat melangsungkan apel di lapangan upacara Kantor Bupati setempat. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Buruk sekali kelakuan pejabat alias ASN di lingkungan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur ini.

Sebanyak 509 ASN di lingkungan Pemkab Sumenep kompak berjamaah palsukan absensi digital SIC selama dua tahun terakhir.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Kami mengakui memang benar 509 pegawai itu memanipulasi absensi kehadiran,” kata M. Suharjono, Kabid PPI BKPSDM Sumenep dalam keterangannya belum lama ini, Minggu (4/2).

Suharjono mengaku, ratusan ASN itu kompak memanipulasi absensi digital SIC dengan sejumlah cara.

Mulai dari chek in menggunakan wajah orang lain, mengubah waktu, dan mengubah titik koordinat.

Baca Juga :  Lantik 20 Pejabat, Ini Pesan Bupati Pamekasan

Di sisi lain, menurut Suharjono, absensi digital SIC yang digagas tahun 2022 lalu itu memang memiliki kelemahan.

Dia beralasan, bahwa aplikasi tersebut memiliki sejumlah kekurangan dalam pembaharuan (update) sistem.

“ASN ini bisa menjebol atau meretas aplikasi itu. Makanya kami sebut bahwa hal itu menjadi sebuah pelanggaran. Aplikasi ini memang harus kami perbaiki,” kata Suharjono.

Dia pun mengungkapkan, bahwa ASN di lingkungan Pemkab Sumenep melek teknologi hingga mampu meretas absensi digital SIC.

“Mereka canggih-canggih, sudah bisa meretas aplikasi itu. Makanya kami sampaikan untuk aplikasi itu akan kami perbaiki karena masih memiliki sisi kelemahan,” tutur Suharjono menjelaskan.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Dukung Pembangunan Graha HMI di Sumenep

Suharjono mengungkapkan, dalam perjalanannya, ASN tersebut secara bertahap meretas absensi digital SIC itu.

“Tapi kemungkinan mereka dikasih tahu dari orang ke orang,” tuding Suharjono.

Hingga saat ini, BKPSDM Sumenep mengaku sudah melakukan pembinaan dan pemblokiran terhadap ratusan ASN yang memanipulasi absensi digital SIC tersebut.

Terpisah, Inspektorat Sumenep menyebut bahwa kelakuan ratusan pejabat ini sudah masuk pelanggaran disiplin ASN.

“Untuk pembinaan dan pengawasan ASN itu BKPSDM yang melakukan. Kami di Inspektorat nanti yang akan meninjau langsung kinerja BKPSDM,” kata Plt Inspektur Inspektorat Sumenep, Achmad Syahwan Effendy.

Baca Juga :  Petugas Parkir Keluhkan Sistem Honor ke Dishub Kabupaten Pamekasan

“Dalam temuan ini tentunya bukan kesalahan BKPSDM. Artinya, BKPSDM harus melakukan pengendalian, tinggal sistemnya itu diperkuat,” sambungnya lebih lanjut.

Pihaknya hanya menghimbau untuk BKPSDM secepatnya melakukan pembaharuan dalam aplikasi digital SIC itu agar tidak kembali diretas.

Sementara disinggung soal sanksi terhadap para ASN nakal, Syahwan mengatakan, masih akan menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Sumenep.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.