Scroll untuk baca artikel
Sosial

Bantuan PKH Diantar ke Rumah, Haru Ibu Sutiyah di Pelosok Sokobanah Sampang

Avatar
×

Bantuan PKH Diantar ke Rumah, Haru Ibu Sutiyah di Pelosok Sokobanah Sampang

Sebarkan artikel ini
Petugas dari kantor pos sokobanah dan pendamping pkh kecamatan sokobanah mendatangi kediaman sutiyah penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan pkh dari pemerintah (foto: Imron Muslim/MaduraPost).

SAMPANG, MaduraPost – Di balik sunyinya Dusun Mondis Daya, Desa Sokobanah Tengah, secercah harapan datang menghampiri rumah sederhana milik Ibu Sutiyah. Perempuan penyandang disabilitas itu tak kuasa menahan haru saat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) akhirnya tiba langsung di depan pintunya, Senin (05/04/2026).

Tak seperti penerima bantuan lainnya yang harus datang ke lokasi pencairan, Ibu Sutiyah mendapatkan pelayanan khusus. Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh petugas Kantor Pos Sokobanah, didampingi pendamping PKH Kecamatan Sokobanah.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Langkah ini bukan tanpa alasan. Keterbatasan fisik yang dialami Ibu Sutiyah membuatnya sulit untuk beraktivitas jauh dari rumah. Karena itu, pendekatan “jemput bola” dilakukan demi memastikan haknya tetap terpenuhi.

Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Sutiyah menerima bantuan tersebut. Baginya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan penopang hidup di tengah kondisi serba terbatas.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya lirih.

Perwakilan Kantor Pos Sokobanah Anwar menegaskan bahwa pihaknya berupaya memberikan pelayanan maksimal, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

“Kami pastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Untuk penerima yang memiliki keterbatasan mobilitas, kami datangi langsung ke rumah. Ini bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya.

Senada dengan itu, koordinator pendamping PKH Kecamatan Sokobanah Slamet menyampaikan bahwa peran pendamping tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga memastikan setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) benar-benar merasakan kehadiran negara.

“Ibu Sutiyah termasuk KPM yang membutuhkan perhatian khusus. Kami terus mendampingi agar bantuan ini dimanfaatkan dengan baik dan tidak ada yang terlewat,” katanya.

Penyaluran bantuan secara door to door ini menjadi potret nyata sinergi antara petugas pos dan pendamping sosial. Di tengah keterbatasan, mereka hadir membawa kepedulian—menyapa yang tak terjangkau, dan memastikan tak ada yang tertinggal.

Kisah Ibu Sutiyah menjadi pengingat sederhana: di balik angka-angka bantuan sosial, ada manusia yang menggantungkan harapan. Dan hari itu, harapan itu benar-benar sampai.