Scroll untuk baca artikel
Daerah

WFH Dua Kali Sepekan, Bupati Sumenep Dorong ASN Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan

×

WFH Dua Kali Sepekan, Bupati Sumenep Dorong ASN Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawancara media belum lama ini. (Istimewa for MaduraPost)
PROFIL. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawancara media belum lama ini. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo resmi menggulirkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kebijakan ini ditempuh sebagai strategi penghematan energi sekaligus menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penerapan WFH dijadwalkan berlangsung dua kali dalam satu minggu. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah taktis untuk mengurangi mobilitas harian para ASN, tanpa mengganggu optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakat.

Tak berhenti pada skema kerja jarak jauh, Pemkab Sumenep turut mengimbau ASN yang memiliki jarak rumah ke kantor kurang dari lima kilometer agar menggunakan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Moda transportasi yang dianjurkan meliputi becak, sepeda kayuh (engkol), sepeda listrik, sepeda motor listrik, hingga mobil listrik.

Penggunaan kendaraan listrik, khususnya mobil listrik, juga mulai diperkenalkan secara bertahap sebagai bagian dari transformasi menuju sistem transportasi yang hemat energi dan berkelanjutan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program efisiensi energi secara nasional, sekaligus menekan ketergantungan terhadap BBM.

“Langkah ini tidak hanya soal penghematan energi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup,” kata Bupati Fauzi, Rabu (26/3).

Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berharap muncul dampak positif yang luas, mulai dari membaiknya kualitas udara, tumbuhnya pola hidup sehat di kalangan ASN, hingga menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengimplementasikan kebijakan hemat energi.

Dengan memadukan sistem kerja WFH dan pemanfaatan transportasi alternatif, Pemkab Sumenep optimistis mampu membangun tata kelola kerja yang lebih efisien, berwawasan lingkungan, serta berkelanjutan di masa mendatang.***