SUMENEP, MaduraPost – Nuansa hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Halalbihalal Keluarga Besar Mudhary Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang berlangsung di Gedung Tuan Gubhe UNIBA Madura pada Senin (23/3/2026).
Dalam sambutannya, Prof Achsanul Qosasi (AQ) menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dan selalu dinantikan oleh seluruh keluarga besar Mudhary.
Sebagai Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, ia menegaskan, bahwa keberlangsungan acara ini tidak bertumpu pada individu tertentu.
Menurutnya, kekuatan utama terletak pada partisipasi dan kebersamaan seluruh anggota keluarga besar Mudhary.
“Semangat kolektif inilah yang membuat tradisi tersebut terus terjaga dan berlangsung secara konsisten dari waktu ke waktu, kata Prof AQ, Senin (23/3).
Rangkaian acara semakin berkesan dengan penayangan video dokumentasi halalbihalal dari tahun-tahun sebelumnya.
Tayangan tersebut menghadirkan kembali kenangan lama sekaligus mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga.
Selain itu, panitia juga menampilkan video singkat mengenai sejarah UNIBA Madura. Materi ini memberikan tambahan pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa bangga bagi para peserta yang hadir.
Suasana semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize yang disiapkan panitia. Namun, salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah penampilan dua anak yang membacakan hafalan Al-Qur’an di hadapan para peserta.
Dalam sesi tersebut, keduanya melantunkan ayat suci, sementara para hadirin diajak berpartisipasi dengan menebak nama surat beserta jumlah ayatnya.
Prof AQ kembali menegaskan, bahwa seluruh peserta yang hadir sejatinya merupakan bagian penting dari terselenggaranya acara tersebut.
Interaksi yang terjadi tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sarat nilai edukatif dan religius.
Hal ini mencerminkan bahwa kegiatan halalbihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi halalbihalal memiliki makna lebih luas, yakni sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan yang dapat diwariskan antar generasi.***






