Scroll untuk baca artikel
Daerah

DKPP Sumenep Siapkan Rp 2,1 Miliar untuk Pengadaan Bibit Tembakau

×

DKPP Sumenep Siapkan Rp 2,1 Miliar untuk Pengadaan Bibit Tembakau

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, saat berada di ruang kerjanya. (M.Hendra.E/MaduraPost)
PROFIL. Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, saat berada di ruang kerjanya. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk pengadaan bibit tanaman pada tahun ini.

Anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari program bantuan bagi petani, khususnya melalui kelompok tani (poktan).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, bantuan bibit tembakau merupakan program rutin yang disediakan setiap tahun untuk mendukung produktivitas petani di daerahnya.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Sampang Semakin Meningkat

“Tahun ini juga disediakan anggaran khusus untuk program tersebut. Anggarannya memang lumayan besar,” ujar pejabat yang akrab disapa Inong itu, Kamis (12/2).

Meski demikian, ia mengaku belum mengecek secara rinci peruntukan anggaran Rp 2,1 miliar tersebut, termasuk jenis pengadaan yang akan dilakukan dalam program bantuan bibit tembakau.

“Nanti saya kroscek dulu peruntukannya untuk apa saja, saya tidak hafal,” katanya.

Baca Juga :  Disdukcapil Pamekasan Fasilitasi WNA Miliki KTP: Karena Punya KITAP

Inong menjelaskan, bantuan benih tidak akan diberikan kepada perorangan, melainkan disalurkan melalui kelompok tani agar distribusi lebih terarah dan tepat sasaran.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum memetakan kelompok tani yang akan menerima bantuan tersebut.

“Saya juga belum tahu kelompok mana saja yang akan dapat bantuan. Yang pasti wajib diserahkan ke poktan,” tegasnya.

Baca Juga :  Didampingi Keluarga, Pemuda Pamekasan Resmi Ikut Pilkades Angsanah

Program bantuan bibit ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan petani tembakau sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Sumenep.***