Scroll untuk baca artikel
Daerah

Korwil SPPG Sumenep Tegaskan Tak Ada Kebijakan Iuran Dapur MBG

×

Korwil SPPG Sumenep Tegaskan Tak Ada Kebijakan Iuran Dapur MBG

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman. (Istimewa for MaduraPost)
PROFIL. Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman, akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya terkait dugaan penarikan iuran dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan tidak pernah ada kebijakan resmi yang mewajibkan setiap dapur menyetor iuran Rp200 ribu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Tidak pernah kami mengarahkan pungutan iuran, tidak ada kebijakan tersebut,” tegas Kholilur Rahman dalam keterangan hak jawab pada MaduraPost, Senin (9/2) malam.

Ia juga memastikan tidak ada instruksi dari pihaknya sebagai koordinator wilayah terkait penarikan dana tersebut. Menurutnya, informasi mengenai iuran bukan berasal dari kebijakan resmi MBG.

Baca Juga :  Gempa Sumenep 6,5 Magnitudo, Berikut Data Lengkap Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Hingga Warga Alami Luka

“Tidak ada pihak dari kami sebagai koordinator untuk memerintahkan hal tersebut. Itu kesepakatan dari rekanan,” ujarnya.

Kholilur Rahman menjelaskan, angka Rp200 ribu yang beredar bukan patokan tetap dan bukan kewajiban. Ia menyebut hal itu merupakan inisiatif sukarela dari rekanan dapur ketika ada kebutuhan koordinasi lintas instansi.

“Uang Rp200 ribu bukan angka patokan. Itu inisiatif bersama dan rekanan bebas ikut atau tidak. Kami tidak memiliki anggaran akomodasi dan transportasi saat ada kegiatan koordinasi lintas OPD atau di tingkat kecamatan, sehingga sering kali urunan ketika ada kegiatan seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ditengah Covid-19, Dua Warga Sumenep Edarkan Narkoba

Ia juga membantah keras tudingan bahwa dana tersebut digunakan untuk meredam pemberitaan media. Kholilur Rahman menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kritik publik.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk meredam pemberitaan. Masyarakat bebas memberikan komentar terkait kualitas pelayanan, menu, maupun SPPG. Kami justru berterima kasih karena itu menjadi bentuk kontrol di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 yang Bikin Ulah saat Diisolasi Bukan Warga Bunder Pademawu

Kholilur Rahman menambahkan, BGN telah menyediakan kanal pengaduan resmi Call Center SAGI 127 agar masyarakat dapat melaporkan setiap temuan di lapangan untuk segera ditindaklanjuti.

Ia memastikan pihaknya berkomitmen menjalankan Program MBG sesuai amanah pemerintah pusat.

“Kami akan memberikan yang terbaik untuk menjalankan program Presiden ini dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.***