PAMEKASAN, MaduraPost – Wajah pelayanan kesehatan di ujung utara Kabupaten Pamekasan kini tengah dirundung pilu. Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, yang seharusnya menjadi oase bagi warga yang sakit, kini justru berubah menjadi bangunan yang mengancam nyawa. Kondisinya kian kritis, seolah tinggal menunggu waktu untuk roboh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemandangan memprihatinkan langsung menyapa siapa pun yang datang. Puluhan tahun tanpa sentuhan renovasi telah mengubah gedung ini menjadi “monumen” pengabaian.
Langit-langit (plafon) di area teras hingga ruang dalam telah jebol total. Kerangka kayu yang menjadi penyangga terlihat mulai melapuk dan menghitam.
Lapisan semen pada dinding luar telah terkelupas hebat, mengekspos susunan batu bata yang mulai rapuh akibat cuaca ekstrem.
Beton penyangga atap tampak mengalami retak rambut hingga retak dalam akibat rembesan air hujan yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa penanganan.
Ironisnya, di tengah kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni ini, aktivitas pelayanan medis tetap dipaksakan berjalan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan seolah menutup mata terhadap risiko besar yang mengintai para petugas medis dan masyarakat.
”Kami tidak punya pilihan lain. Tapi jujur, setiap kali ada angin kencang atau hujan deras, kami selalu was-was. Ada ketakutan jika tiba-tiba atap ini ambruk saat kami sedang berobat,” ungkap salah seorang warga dengan nada getir. Senin (02/02/2026)
Kondisi ini menjadi rapor merah bagi pemerataan infrastruktur kesehatan di wilayah pelosok. Kini, harapan besar disandarkan warga Desa Sana Tengah kepada pundak Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Masyarakat mendesak kepemimpinan K. Kholilurrahman dan Sukriyanto untuk menjadikan renovasi Pustu Sana Tengah sebagai prioritas utama dalam program kerja mereka. Warga berharap pemerintah tidak hanya datang saat meminta suara, tetapi juga hadir saat keselamatan rakyatnya terancam.
”Kami sangat berharap ada solusi konkret dari Bupati yang baru. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa tertimpa reruntuhan bangunan baru pemerintah bergerak. Kami butuh bukti, bukan sekadar janji di atas kertas,” tegas warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Pustu Sana Tengah masih berdiri dengan sisa-sisa kekuatannyasebuah bukti nyata betapa jauhnya akses kesehatan yang aman bagi warga di pedesaan Pamekasan.






