Scroll untuk baca artikel
Daerah

SPPG Pasongsongan–Soddara Mulai Beroperasi, 2.375 Anak Jadi Sasaran Pemenuhan Gizi

Avatar
×

SPPG Pasongsongan–Soddara Mulai Beroperasi, 2.375 Anak Jadi Sasaran Pemenuhan Gizi

Sebarkan artikel ini
SIMBOLIS. Jajaran pengelola SPPG Pasongsongan–Soddara bersama unsur lintas sektor berfoto bersama usai grand launching program pemenuhan gizi anak didik di Dusun Serreh. (M.Hendra.E/MaduraPost)
SIMBOLIS. Jajaran pengelola SPPG Pasongsongan–Soddara bersama unsur lintas sektor berfoto bersama usai grand launching program pemenuhan gizi anak didik di Dusun Serreh. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep wilayah Pasongsongan–Soddara resmi diluncurkan.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemenuhan gizi anak didik dengan mengusung tema “Menuju Generasi Emas, Sehat dan Cerdas”.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala SPPG Sumenep Pasongsongan–Soddara, Moh. Wildan mengatakan, grand launching yang digelar di Kecamatan Pasongsongan tersebut berlangsung lancar dan dihadiri lintas sektor.

Sebanyak 33 kepala sekolah hadir sebagai mitra, bersama unsur camat, Polsek, Koramil, dan Puskesmas Pasongsongan.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Sebut Anggaran Program Wajib Diniah Tahun Ini Tidak Berubah

“Alhamdulillah, grand launching SPPG Pasongsongan–Soddara berjalan dengan lancar. Ini menjadi langkah awal untuk memastikan layanan pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai harapan,” ujar Wildan, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, total penerima manfaat dalam program ini mencapai 2.375 orang. Pada minggu pertama, distribusi makanan bergizi dilakukan kepada 1.017 penerima manfaat, menyesuaikan dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk minggu kedua akan bertambah sekitar 500 penerima manfaat, dan akan terus meningkat secara bertahap,” jelasnya.

Baca Juga :  Melihat Potensi BUMDes di Sumenep Tahun 2020, Ini Hasilnya

Wildan berharap kehadiran SPPG Pasongsongan–Soddara dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya peserta didik. Ia juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap evaluasi dari berbagai pihak.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran, baik terkait menu MBG, porsi, maupun penyajian. Semua bisa kita diskusikan bersama demi perbaikan layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan dapur MBG yang telah dibangun di wilayah Soddara–Pasongsongan. Menurutnya, kualitas makanan harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga :  Cegah Virus Corona, Di Pamekasan Santri Yang Kembali Ke Pondok Pesantren Diperiksa Kesehatanya

“Mudah-mudahan dapur MBG di Soddara–Pasongsongan ini dapat berjalan dengan baik ke depan tanpa hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana anak didik kita mendapatkan gizi yang baik,” kata Fariz.

Ia menambahkan, kualitas menu makanan menjadi atensi serius karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus.***