PAMEKASAN, MaduraPost – Pembangunan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Waru merupakan rumah sakit yang digagas oleh KH. Kholilurrahman pada saat menjabat sebagai Bupati Pamekasan periode pertama tahun 2012 dengan menguras APBD sebesar Rp 11 Miliar.
Berdirinya RSUD Waru sebagai langkah kongkrit yang dilakukan KH. Klolilurrahman dalam upaya memberikan pelayanan yang maksimal dan merata bagi Masyarakat Kabupaten pamekasan, terutama yang berada di wilayah Pantura.
Tiga belas tahun setelah berdirinya RSUD Waru dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Ach Safii (Periode 2013-2018) sampai Bupati Baddrut Tamam (Periode 2018-2023) belum bisa memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan RSUD Waru.
Keterbatasan tenaga medis dan minimnya fasilitas kesehatan serta menejemen yang amburadul menjadi hal yang sering dikeluhkan oleh Masyarakat yang ingin berobat ke RSUD Waru. Sehingga tidak heran, masyarakat wilayah pantura lebih memilih berobat di Puskesmas atau langsung ke RSUD Smart Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan oleh MD, salah satu tenaga medis yang sudah lebih 7 tahun bertugas di RSUD Waru.
Menurut MD, Belum ada perhatian yang serius dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memajukan RSUD Waru. Sehingga harapan besar masyarakat pantura kepada Bupati KH. Kholilurrahman sebagai orang yang pertama menggagas pembangunan RSUD Waru.
“Masyarakat pantura ingin agar RSUD Waru bisa menjadi seperti RSUD Smart Pamekasan, dan ini bisa dilakukan apabila Bupati KH. Kholilurrahman memberikan perhatian serius untuk RSUD Waru,” Kata MD, Kamis (22/01/26).






