Scroll untuk baca artikel
Berita

Produk Merakyat BPRS Bhakti Sumekar, Konsisten Pertumbuhan Layani Kebutuhan

Avatar
24
×

Produk Merakyat BPRS Bhakti Sumekar, Konsisten Pertumbuhan Layani Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat diwawancara MaduraPost beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – BPRS Bhakti Sumekar terus berkolaborasi dan bersinergi untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah produk unggulan juga berhasil diciptakan demi mendorong kemajuan dan pertumbuhan daerah tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Salah satunya, BUMD milik Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur ini meluncurkan program penguatan ekonomi melalui Pembiayaan Mitra UMKM dengan margin pembiayaan mulai dari 0 persen.

“Bahkan, margin seperti ini sukses diminati oleh masyarakat,” kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, pada MaduraPost, Minggu (2/6).

Baca Juga :  BRAM Studio Jadi Andalan Warga Batubelah Timur, Usaha Foto Digital dan BRILink yang Tumbuh Pesat

Berikut MaduraPost rangkum tentang keunggulan Pembiayaan Mitra UMKM dengan margin pembiayaan mulai dari 0 persen.

1. Pembiayaan yang didapatkan maksimal senilai Rp5.000.000.

2. Margin pembiayaan 3 persen dengan pembiayaan maksimal Rp15 juta.

3. Margin 6 persen dengan pembiayaan maksimal Rp25 juta.

Dalam perjalanannya, Pembiayaan Mitra UMKM telah berhasil dinikmati ratusan nasabah.

”BPRS berhasil mengubah kesulitan menjadi peluang usaha dan menjadi kreatif untuk mengoptimalkan produk,” ucap Fajar.

Baca Juga :  Semarak HKN 2023, Begini Pesan Bupati Saat Dinkes P2KB Sumenep Gelar Sejumlah Acara

Di sisi lain, BPRS Bhakti Sumekar bukan hanya untuk bertahan di tengah kondisi sulit.

Akan tetapi juga berkontribusi terhadap pelaku ekonomi sebagai benteng pertahanan perekonomian bangsa.

Program unggulan lainnya adalah Bismillah Gerakan Melayani Simpanan Pelajar (Berani Simpel). Program tersebut memiliki banyak keunggulan, Salah satunya dapat mendorong budaya menabung sejak dini para pelajar atau generasi muda.

Baca Juga :  Usai Geledah Pemkab dan Pendopo Bupati, KPK kembali Geledah Gedung Dewan dan Dinas PUPR

Bahkan, setoran awalnya bisa dilakukan hanya dengan Rp1 ribu saja. Selain itu, bebas dari biaya administrasi serta ada bonus tabungan bulanan yang kompetitif dan langsung masuk rekening siswa masing-masing.

Fajar menerangkan, Kartu Santri sangat penting dalam manajemen keuangan para santri. Khususnya, dalam melakukan transaksi di lingkungan pondok pesantren.***