Scroll untuk baca artikel
Headline

Oknum Ustadz di Pamekasan Jual Beli Proyek Fiktif Atas Nama Menpora

Avatar
35
×

Oknum Ustadz di Pamekasan Jual Beli Proyek Fiktif Atas Nama Menpora

Sebarkan artikel ini
Ilustasi Madurapost

PAMEKASAN, MaduraPost – Ada saja yang dilakukan segelintir orang untuk mencari jalan alternatif agar menjadi cepat kaya.

Seperti yang diduga dilakukan oleh JD (inisial) warga Desa Tampojung Pregi Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Madurapost.net, JD merupakan mantan Kepala Madrasah Tsanawiyah di salah satu MTs di Kecamatan Waru

Namun, Aksi JD dikenal nekat, Karena dalam aksinya, JD membawa nama Menpora RI, Zainuddin Amali (ZA), Sehingga banyak orang percaya.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Umumkan Hasil Seleksi PPPK Guru Tahap II, 104 Peserta Lolos

Dengan iming iming proyek dari Kementrian Olah raga, JD menarik sejumlah uang dengan nominal Rp 3 juta hingga Rp 5 Juta dalam satu paket proyek yang anggarannya Rp 100 Juta.

Berdasarkan pengakuan sejumlah korban, Jumlah uang yang berhasil dikumpulkan oleh JD diperkirakan lebih dari Rp 4 Miliar.

Uang tersebut dikumpulkan oleh JD mulai tahun 2020, namun hingga saat ini, Proyek yang dijanjikan oleh JD tidak kunjung ada kejelasan.

Baca Juga :  Dinsos Sumenep Klaim Keluarga ASN Yang Terima Anggaran BLT Siap Mengembalikan

“Korbannya bukan hanya saya, kalau saya cuma sedikit, tapi banyak korban lain yang jumlahnya ratusan juta, bahkan kalau dikumpulkan, nominalnya lebih dari Rp 4 Miliar,” Kata KH (inisial) warga Kecamatan Pakong yang juga menjadi korban. Rabu (15/02/23).

KH juga menjelaskan bahwa proyek yang dijanjikan JD berupa pembangunan fasilitas olah raga yang akan cair melalui kelompok masyarakat (Pokmas).

Baca Juga :  Pamekasan Kota Mati, Masyarakat Desa Rekkerrek Minta Pemkab Perbaiki Jalan Kabupaten

Sementara itu, Ketika Wartawan Madurapost.net melacak keberadaan JD yang merupakan warga Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Keberadaan JD sudah tidak lagi berada dirumahnya.

“Sudah lama tidak kelihatan mas, mungkin sudah pergi, karena korbannya banyak,” Kata warga yang juga merupakan tetangga JD.