Scroll untuk baca artikel
Investigasi

Realisasi Proyek Pengeboran di Rekkerrek Disinyalir Gagal Konstruksi

Avatar
33
×

Realisasi Proyek Pengeboran di Rekkerrek Disinyalir Gagal Konstruksi

Sebarkan artikel ini
Seorang warga pada saat berada di halaman Masjid Al-Hidayah atau di lokasi realisasi proyek pengeboran di Desa Rekkerrek (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Realisasi proyek pengeboran yang berlokasi di halaman Masjid Al-Hidayah tepatnya di Dusun Sumber Oloh, Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan disinyalir gagal konstruksi.

Pasalnya, realisasi proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan itu sejak selesai dikerjakan pada awal tahun 2021 hingga kini tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Sumenep Belum Terdampak Virus Mpox, Dinkes P2KB Aktif Sosialisasi Pencegahan

Sehingga kini realisasinya (proyek pengeboran, red) menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat disekitar lokasi Masjid Al-Hidayah.

Menurut warga setempat, Sejak selesai dikerjakan, Proyek pengeboran tersebut tidak pernah mengeluarkan air.

“Sejak selesai dikerjakan memang tidak keluar air, sibelnya atau pompa airnya tidak berfungsi yang diakibatkan pompanya mati dan tidak bisa dikeluarkan,” tegasnya, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :  Fattah Jasin Bantah Tuduhan Mahasurya “Itu Datanya Dibuat-buat”

Rencananya kata dia, mau dilaporkan ke Dinas terkait dan ke penegak hukum “rencananya memang mau dilaporkan mas,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun oleh Wartawan MaduraPost, besar anggaran realisasi proyek tersebut sebesar kurang lebih Rp 200.000.000,00. Kemudian pada saat pihak dinas melakukan survei, pelaksana memanipulasi kilometer listrik dengan sengaja dibuat rusak.

Baca Juga :  Desa Kebonagung Sumenep Serius Garap Potensi Wisata, Target Jadi Destinasi Unggulan