Scroll untuk baca artikel
Headline

Proyek Irigasi di Desa Guluk – Guluk Sumenep Tidak Jelas Identitasnya

38
×

Proyek Irigasi di Desa Guluk – Guluk Sumenep Tidak Jelas Identitasnya

Sebarkan artikel ini
Proyek Irigasi di Desa Guluk – Guluk, Kecamatan Guluk – Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak jelas identitasnya. (Foto: Munir/Biro Sumenep)

SUMENEP, Madurapost.co.id Proyek pembangunan irigasi di Dusun Klabaan, Desa Guluk – Guluk, Kecamatan Guluk – Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak jelas identitasnya.

Sebab pada transparansi publik seperti papan nama tidak ada dilokasi proyek, sehingga tidak jelas sumber dananya dari mana, volumenya berapa.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Inovasi Lokal yang Ditunggu-tunggu, Arinna Hidayah Skincare Resmi Diluncurkan

Hal itu disayangkan oleh aktivis anti korupsi Jawa Timur berinisial HS, ia mengatakan bahwa pelaksanaan proyek irigasi yang tidak jelas sumbernya atau proyek tersebut merupakan proyek yang sarat dengan tindakan korupsi.

“Proyek irigasi itu sarat dengan tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh pelaksana” Katanya. Kamis, (30/5/19).

Ia melanjutkan, bahwa setelah adanya laporan dari beberapa pihak dan masyarakat setempat dirinya langsung turun lapangan untuk melakukan pengecekan, dirinya mengatakan bahwa banyak temuan yang janggal

Baca Juga :  Sebelum ke KPU, Fattah Jasin Nyekar ke Makam Orang Tuanya

“Dari temuan yang saya dapatkan itu akan saya tindak lanjuti, dan akan saya koordinasikan dengan teman – teman untuk secepatnya dilaporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Salah satu pekerja saat temui dilokasi menuturkan, bahwa yang punya pekerjaan saluran air tersebut  adalah warga Dusun Klabaan, Desa Guluk – Guluk Sumenep.

“Yang punya pekerjaan ini adalah K. Wit warga Dusun Klabaan, Desa Guluk – Guluk, Kecamatan Guluk – Guluk, Kabupaten Sumenep,” tuturnya pria paruh baya yang enggan disebut namanya. (mp/nir/zul)

Baca Juga :  Pengasuh Pondok Pesantren di Kangean Sumenep Jadi Predator Seks, 4 Santriwati Sudah Diperiksa