Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Niat Pergi Menjaring Ikan, Warga Sumenep Ditemukan Tewas di Bibir Pantai

32
×

Niat Pergi Menjaring Ikan, Warga Sumenep Ditemukan Tewas di Bibir Pantai

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – Bairi (40), warga Dusun Gunung Papan, Desa Gedang-Gedang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditemukan meninggal dunia di sebuah kubangan dekat tambak udang.

Dalam rilisnya, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan kecelakaan sendiri di pantai Desa Badur, Kecamatan setempat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Jumat 4 September 2020, sekitar pukul 18.15 WIB, di pinggir pantai.

Baca Juga :  Polres Sampang Bongkar Dugaan Oplosan Minyak Bersubsidi “Minyak Kita”

“Jumat pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Bairi (Korban) berangkat sendirian dari rumahnya alamat menuju ke pantai dengan menggunakan sepeda motor membawa perlengkapan melaut berupa jaring atau jala ikan dan kereng, tempat ikan yang diikat di pinggangnya menggunakan tali,” ungkapnya, Sabtu (5/9).

Saat itu, korban menitipkan sepeda motor di rumah keluarganya yakni Masudi, warga Dusun Tambaraan, Desa setempat. Lalu korban berjalan kaki menuju ke pantai yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer untuk menjala atau menjaring ikan.

Baca Juga :  Selain Sembako, Maling di Sana Tengah Ternyata juga Menggondol Pompa Air

“Kemudian sekitar pukul 18.15 WIB, keluarga korban yakni Riksan mendapat kabar kalau Bairi tenggelam di pantai, lalu Riksan bersama keluarga yang lainnya berangkat menuju ke tempat kejadian dan sampai di lokasi keluarga korban yakni Jipto dan Mahyuni,” urainya.

Sesampainya di lokasi, keluarga korban langsung mengangkat mayat Bairi dari bawah pantai untuk dinaikkan ke tanggul.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi Magang di Dalam Mobil, Pemimpin Bank Jatim Cabang Sumenep: Korban Tidak Laporan ke Saya

“Saat diketahui akhirnya benar yang tenggelam adalah Bairi. Setelah itu korban oleh keluarganya dibawa pulang kerumahnya. Pihak keluarga korban menolakbuntuk dilakukan pemeriksaan otopsi oleh pihak kepolisian,” jelasnya. (Mp/al/rus)